Kolaborasi BAPPENAS, Universitas Padjadjaran, dan Nuraa Women’s Institute dalam Pengembangan Women SMEs Center untuk Pemberdayaan UMKM Perempuan Berbasis SDGs

Perjanjian Kerja Sama ini merupakan kolaborasi antara BAPPENAS, Universitas Padjadjaran, dan Nuraa Women’s Institute dalam membangun dan mengembangkan Women SMEs Unpad–Nuraa Center sebagai platform pemberdayaan ekonomi perempuan. Kerja sama difokuskan pada peningkatan kapasitas UMKM perempuan melalui pelatihan, mentoring, inkubasi bisnis, perluasan akses pembiayaan dan pasar, pengembangan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), serta penguatan jejaring kemitraan guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 (Gender Equality), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Output Kerja sama

  • Terbentuknya Women SMEs Unpad–Nuraa Center sebagai pusat pengembangan UMKM perempuan.
  • Program pelatihan, mentoring, pendampingan usaha, dan inkubasi bisnis bagi UMKM perempuan.
  • Program peningkatan kapasitas kewirausahaan dan penguatan sumber daya manusia UMKM perempuan.
  • Pengembangan akses UMKM perempuan terhadap pembiayaan, pasar, teknologi digital, dan jejaring usaha.
  • Kajian, penelitian, serta rekomendasi kebijakan mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan dan pengembangan UMKM.
  • Sistem pemantauan dan evaluasi berbasis indikator SDGs untuk mengukur dampak program.
  • Model replikasi (best practice) pemberdayaan UMKM perempuan berbasis hasil penelitian dan pembelajaran.
  • Publikasi ilmiah, data, praktik baik (best practices), serta rekomendasi kebijakan hasil implementasi program.
  • Forum koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga masyarakat dalam pengembangan UMKM perempuan.

Outcome Kerja sama

Terwujudnya ekosistem pemberdayaan UMKM perempuan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis bukti melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan akses terhadap pembiayaan, pasar, teknologi, dan jejaring kemitraan. Selain meningkatkan daya saing serta kemandirian ekonomi perempuan, kerja sama ini diharapkan menghasilkan model nasional pengembangan UMKM perempuan yang dapat direplikasi di berbagai daerah serta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).