Peningkatan Diversifikasi Ekstrak Propolis EFI Tetes dan Propolis Nano Patch Antiinflamasi sebagai Target Market Baru
Propolis adalah produk alami yang memiliki manfaat kesehatan, terutama dalam hal antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Produk inovasi berbasis propolis yang telah dikembangkan meliputi Propolis Tetes, Acne Soothing Gel, dan Propolis Anti-Aging Cream. Namun, tantangan yang dihadapi adalah harga propolis yang relatif mahal serta kebutuhan diversifikasi produk agar lebih ekonomis dan efektif untuk target pasar yang lebih luas.
Universitas Padjadjaran melalui Pusat Unggulan IPK RISFARKLIN bekerja sama dengan CV. Efi Maju Sejahtera mengembangkan dan mengkomersialisasikan inovasi berbasis Propolis EFI, terutama dalam bentuk Propolis Tetes Sachet dan Propolis Nano Patch sebagai solusi kesehatan antiinflamasi. Melalui kerja sama dengan Kebun EFI dan Universitas Padjadjaran, proyek ini berfokus pada penelitian, hilirisasi, pemasaran, serta keterlibatan mahasiswa MBKM. Dengan strategi bisnis yang terstruktur dan feasibility study yang kuat, proyek ini memiliki potensi tinggi untuk sukses dalam skala industri.
Peta Jalan dan Desain Program
Pengembangan produk propolis ini dilakukan melalui penelitian, hilirisasi produk, dan strategi komersialisasi. Langkah-langkah utama meliputi:
- Diversifikasi produk, termasuk Propolis Tetes dalam kemasan sachet dan Propolis Nano Patch sebagai antiinflamasi.
- Pengembangan start-up dan strategi distribusi dengan pemasaran melalui e-commerce, media sosial, dan kerja sama dengan retail modern (Watsons, supermarket, klinik kecantikan, dll.).
- Keterlibatan akademik melalui penelitian dan kerja sama dengan mitra universitas serta publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi.
Feasibility Study
- Tingginya kebutuhan skincare di Indonesia.
- Pasar yang luas dengan peluang revenue tinggi.
- Produk telah memiliki izin BPOM, mempermudah pemasaran dan legalitas.
- Pola konsumsi propolis yang meningkat, mendukung keberlanjutan bisnis.
Peta Jalan Pelaksanaan Program
Program akan berjalan selama dua tahun dengan fokus pada:
- Tahun Pertama: Pengembangan awal produk, riset pasar, dan uji coba distribusi.
- Tahun Kedua: Komersialisasi produk secara luas, ekspansi ke klinik kesehatan, dan publikasi ilmiah terkait efektivitas produk.
Mekanisme Pelaksanaan Program
- Branding dan Strategi Marketing: Penggunaan pemasaran digital dan media sosial untuk membangun citra produk.
- Distribusi dan Penjualan: Kombinasi antara pemasaran tradisional (retail) dan online (Shopee, Tokopedia, Website).
- Diversifikasi Produk: Pembuatan Propolis Tetes dalam bentuk sachet dan Propolis Nano Patch.
- Pelibatan Mahasiswa MBKM: Magang 3 mahasiswa sarjana dan 2 mahasiswa S2 dalam pengembangan dan riset produk.
- Edukasi dan Monitoring: Penggunaan aplikasi QOL Ortotik untuk memantau efektivitas produk di konsumen.
Luaran, Manfaat, dan Dampak
- Tahun Pertama: Komersialisasi terbatas di supermarket dan uji coba pasar.
- Tahun Kedua: Ekspansi ke klinik kesehatan dan publikasi ilmiah.
- Dampak Ekonomi: Pembagian royalti dengan mitra melalui perjanjian kerja sama.
Skema Komersialisasi dan Model Bisnis
- Meningkatkan keberadaan online serta membangun reseller di seluruh Indonesia.
- Diversifikasi produk untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
- Sistem retail offline dengan membangun trust dan branding yang kuat di klinik kecantikan dan supermarket.
Timeline Kegiatan
- Membangun sistem pemasaran online dan offline
- Diversifikasi produk propolis
- Komersialisasi dan pengembangan start-up
- Pelaksanaan program magang MBKM
Ronny Lesmana, dr., M.Kes., AIFO., PhD
Bidang Keahlian
Physiology

