Akselerasi Karier Akuntan Global: FEB Unpad Gandeng RSM Indonesia Buka Peluang Magang Strategis Mahasiswa Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran resmi menjalin kemitraan strategis dengan RSM Indonesia, salah satu jaringan kantor akuntan publik dan konsultan terkemuka di dunia. Kolaborasi yang disepakati pada 6 Mei 2025 ini secara khusus memfasilitasi program penempatan magang bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi. Melalui sinergi ini, mahasiswa Unpad akan mendapatkan kesempatan berharga untuk terlibat langsung dalam ekosistem profesional, mengasah keterampilan teknis, serta memahami praktik audit dan konsultasi berstandar internasional.
Kemitraan strategis dengan RSM Indonesia merupakan langkah nyata FEB Unpad dalam mempercepat kesiapan karier mahasiswa. Melalui kolaborasi ini, kami secara khusus memfasilitasi program magang bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi agar mereka dapat terlibat langsung dalam ekosistem profesional kelas dunia.
Fokus kami adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknis serta memahami praktik audit dan konsultasi berstandar internasional. Sinergi ini diharapkan mampu menjembatani teori akademik dengan kebutuhan industri global, sekaligus mencetak lulusan akuntansi yang kompetitif dan siap kerja.
Output Kerja sama
-
Penempatan Kerja Praktis Industri: Penyediaan posisi magang berkala di kantor RSM Indonesia bagi mahasiswa pilihan dari Program Studi Sarjana Akuntansi FEB Unpad.
-
Transfer Pengalaman Profesional: Keterlibatan mahasiswa dalam proyek audit, perpajakan, atau konsultasi bisnis di bawah bimbingan langsung para praktisi senior RSM Indonesia.
-
Penyelarasan Kurikulum Akademik: Integrasi hasil pengalaman kerja praktis mahasiswa ke dalam sistem konversi satuan kredit semester (SKS) yang diakui kampus.
-
Penyusunan Laporan Evaluasi: Penyerahan dokumen penilaian kinerja dan progres kompetensi teknis mahasiswa selama menjalankan masa magang.
-
Dukungan Operasional Fleksibel: Pengaturan pembiayaan administrasi dan pemanfaatan fasilitas penunjang diatur secara profesional oleh kedua belah pihak guna memastikan program berjalan akuntabel dan lancar.