Kolaborasi BPDP dan Universitas Padjadjaran dalam Pengembangan Metode Cepat dan Ekonomis Deteksi MOAH pada Minyak Sawit
Perjanjian Kerja Sama ini mengatur pemberian dukungan dana penelitian dan pengembangan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kepada Universitas Padjadjaran untuk melaksanakan penelitian mengenai deteksi cepat dan ekonomis kandungan Mineral Oil Aromatic Hydrocarbon (MOAH) dalam minyak sawit menggunakan metode spektroskopi UV-Vis melalui reaksi kompleksasi. Penelitian diarahkan untuk menghasilkan metode analisis yang lebih efisien, menghasilkan paten, serta publikasi ilmiah bereputasi internasional, dengan mekanisme pendanaan, pelaporan, monitoring, evaluasi, dan pengelolaan hak kekayaan intelektual yang diatur secara rinci dalam perjanjian.
Output Kerja sama
- Dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Universitas Padjadjaran.
- Dukungan pendanaan penelitian dan pengembangan untuk pelaksanaan riset deteksi kandungan MOAH pada minyak sawit.
- Metode deteksi senyawa MOAH menggunakan teknik kompleksasi selektif dan spektroskopi UV-Vis.
- Paten terdaftar terkait metode deteksi senyawa MOAH menggunakan kompleksasi selektif dan spektroskopi UV-Vis.
- Publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.
- Laporan kemajuan, laporan penggunaan dana, laporan akhir penelitian, serta dokumentasi hasil penelitian.
- Pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan penelitian dan penggunaan dana.
- Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta mekanisme pemanfaatan hasil penelitian dan potensi komersialisasinya.
Outcome Kerja sama
Terwujudnya metode deteksi kandungan Mineral Oil Aromatic Hydrocarbon (MOAH) pada minyak sawit yang lebih cepat, akurat, dan ekonomis sehingga mendukung peningkatan mutu serta keamanan produk kelapa sawit Indonesia, meningkatnya kapasitas riset dan inovasi Universitas Padjadjaran melalui publikasi internasional dan paten, serta terciptanya hasil penelitian yang berpotensi dimanfaatkan dan dikomersialisasikan untuk mendukung daya saing industri perkebunan nasional