Kolaborasi Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian dan Universitas Padjadjaran dalam Penyusunan SID Cetak Sawah Rakyat 2.000 Hektare di Sumatera Selatan

Perjanjian Kerja Sama ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian dengan Universitas Padjadjaran dalam pelaksanaan Swakelola Tipe II Kegiatan Survei Investigasi dan Desain (SID) untuk mendukung program Quick Win Ekstensifikasi Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 seluas 2.000 hektare di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan meliputi survei dan analisis kesesuaian lahan, perencanaan sistem irigasi, penyusunan desain teknis, peta tematik, RAB, serta rekomendasi teknis sebagai dasar pelaksanaan pembangunan cetak sawah secara efektif dan berkelanjutan.

Output Kerja sama

  • Dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian dan Universitas Padjadjaran.
  • Laporan Pendahuluan kegiatan Survei Investigasi dan Desain (SID).
  • Laporan Antara (progress pelaksanaan kegiatan).
  • Laporan Akhir kegiatan SID yang memuat:
    • Desain teknis layout sawah, jaringan irigasi, dan jalan pertanian.
    • Analisis debit air dan kebutuhan irigasi.
    • Rencana Anggaran Biaya (RAB) fisik per hektare.
    • Peta digital dan peta cetak skala 1:5.000.
    • Rekomendasi implementasi fisik cetak sawah.
  • Hasil survei topografi, tanah, air, vegetasi, dan sosial ekonomi masyarakat pada lokasi kegiatan.
  • Analisis kesesuaian lahan untuk budidaya padi sawah.
  • Dokumen teknis perencanaan cetak sawah sebagai dasar pelaksanaan pembangunan fisik.
  • Seluruh dokumen dalam bentuk hardcopy dan softcopy (PDF, shapefile/GIS, dan Excel).

Outcome Kerja sama

Tersusunnya dokumen teknis Survei Investigasi dan Desain (SID) yang komprehensif sebagai dasar pelaksanaan program Quick Win Ekstensifikasi Cetak Sawah Rakyat seluas 2.000 hektare di Provinsi Sumatera Selatan, meningkatnya kesiapan pembangunan infrastruktur pertanian dan sistem irigasi berbasis data spasial yang akurat, serta terwujudnya pengembangan lahan sawah baru yang mendukung peningkatan produksi pangan nasional, ketahanan pangan, dan pengelolaan sumber daya lahan secara berkelanjutan.